Cara Memilih Bisnis Yang Cocok Ternyata Tidak Mudah Loh !

Kata siapa memilih bisnis yang cocok untuk kita mudah? Kalau ada yang berkata begitu, mungkin karena ia sudah menemukan jalannya, tetapi pada kenyataannya memang tidak gampang mencari jenis usaha yang cocok dengan diri kita.

Butuh waktu untuk merenungkan dan mempertimbangkan beberapa hal, sebelum pada akhirnya kita bisa menemukan bisnis yang rasanya mungkin bisa dijalankan.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menekuni sebuah bisnis, yaitu :

1. Passion

Passion atau gairah sangat perlu dipertimbangkan saat memilih jenis bisnis. Bukan apa-apa melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tidak sukai, bisa menjadi batu hambatan saat menjalaninya.

Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang kegemarannya memasak atau menjahit baju, tidak sebaiknya memilih bisnis bengkel.

Sudah pasti sejak awal ada hambatan di dalam diri sendiri, bahkan untuk sekedar belajar tentang ilmu perbengkelan.

Akan sangat menyenangkan jika bisa melakukan bisnis pada bidang yang disukai. Dorongan untuk terus belajar dan berkembang bisa lebih banyak karena kita menyukai bidang tersebut.

2. Pengetahuan

Nah, bayangkan kalau hendak berbisnis spare part mobil, tetapi bahkan tidak tahu cara membuka kap mobil. Pastinya akan rumit sekali.

Pengetahuan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan saat memilih bisnis untuk dijalankan. Akan lebih baik kalau bisnis dibangun berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Bukan berarti seorang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang A tidak boleh menjalankan bisnis di bidang itu, tetapi tentunya akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup.

Kalau pengetahuan itu sudah ada, maka tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk belajar dari awal.

3. Pangsa Pasar

Passion sudah pas. Pengetahuan sudah ada. Bisa langsung jalan? Belum tentu. Pertimbangkan dulu pangsa pasar untuk bisnis kita, yaitu mereka-mereka yang mau membeli produk atau jasa.

Biar yang dua itu sudah cocok, tetapi kalau tidak ada yang mau membeli, ya jangan dijalankan.

Bayangkan saja, Anda penyuka ikan hias air asin, kemudian berniat membangun toko ikan hias jenis itu di sebuah kawasan yang berada di tengah perkampungan yang jauh dari laut.

Belum tentu mereka akan tertarik membeli ikan hias air asin. Lebih baik kalau yang dijual ikan hias air tawar.

4. Modal

Dana yang tersedia 10 juta, tetapi kebutuhan modal untuk menjalankan usaha bengkel A 100 juta, tidak termasuk biaya operasional.

Bisakah bisnis tersebut disebut cocok? Jawabnya tidak. Masalahnya berarti untuk menjalankannya harus memakai uang pinjaman yang 90% besarnya. Pemasukan dari operasional bengkel akan habis hanya untuk membayar bunga saja.

Kecuali, Anda mendapatkan pinjaman super lunak (entah dari siapa).

Sebaiknya persentase antara modal sendiri dan pinjaman tidak melebihi angka 50%-50%. Posisinya akan lebih mudah dijalankan. Lebih baik lagi kalau 100% modal sendiri karena berarti tidak menanggung bunga dan resiko lebih bisa diatur.

5. Persetujuan Keluarga

Jika keluarga mendukung, biasanya sebuah bisnis akan bisa berjalan dengan lancar, sebaliknya kalau tidak, maka hal itu bisa menjadi bom waktu di kemudian hari.

Contohnya, usaha bengkel di rumah, tetapi keluarga menolak. Mereka manyun kepada pengguna jasa yang datang. Kira-kira, akankah pengguna jasa itu akan kembali lagi? Padahal usaha jasa butuh keramahtamahan.

Sebaiknya, sebelum memilih bisnis, usahakan berdiskusi dengan keluarga agar bisa mendapatkan pendapat atau masukan, dan tentunya persetujuan.

Memang Bob Sadino, sang pengusaha eksentrik pernah mengatakan “Jangan terlalu banyak berpikir, jalankan saja”, tetapi jika memang sejak awal sebuah bisnis dirasa tidak cocok dengan diri kita, haruskah tetap dijalankan?

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh masing-masing dan tidak akan sama tiap orang, tetapi tanpa memperhitungkan cocok tidaknya sebuah bisnis dengan diri kita, hampir pasti hambatan yang timbul ke depannya akan sangat besar. Potensi untuk gagalnya pun lebih besar dibandingkan kalau kita merasakan adanya kecocokan dengan diri kita.