Bisnis Butuh Orang Yang Mau Terus Belajar

Dunia Bisnis Butuh Orang Yang Mau Terus Belajar

Untuk memulai sebuah bisnis, setiap orang butuh pengetahuan. Ilmu. Tanpa itu maka tidak mungkin sebuah bisnis bisa berkembang dan mencapai apa yang diinginkan, yaitu uang.

Oleh karena itulah ada berbagai jurusan dan program studi di universitas untuk ekonomi, bisnis, dan manajemen. Semua itu merupakan bentuk usaha manusia untuk mentransfer pengetahuan dalam bidang bisnis.

Masalahnya, banyak orang berpandangan bahwa setelah mendapat gelar sarjana, master, atau doktor, maka pengetahuan yang dimiliki sudah cukup untuk membangun sebuah bisnis yang sukses.

Dan, setelah itu mereka bisa berhenti “belajar” dan beranggapan gelar S1, S2, atau S3 nya sudah merupakan jaminan.

Pandangan yang jelas sekali salah.

Gelar dan pengetahuan yang didapat dari belajar secara formal di institusi pendidikan tidak menjamin apapun. Tidak berarti setelah mengeluarkan biaya mahal untuk memperoleh ilmu seperti jalan menjadi mulus untuk menjadi pebisnis yang sukses.

Apalagi kalau sampai punya pandangan bahwa mereka tidak perlu lagi belajar.

Dunia bisnis tidak butuh gelar. Betul untuk menekuninya, seseorang harus mau belajar karena tanpa itu tidak akan ada bisnis yang maju.

Hanya saja, gelar dan pengetahuan dari pendidikan formal tidak seharusnya menjadi titik akhir. Yang ini hanyalah sebagai langkah awal saja.

Setelah itu, siapapun akan tetap harus belajar, belajar, dan belajar.

Banyak sekali variabel atau faktor yang harus dipelajari saat menekuni bisnis, yang tidak diajarkan dalam pendidikan formal.

Contohnya, bagaimana seseorang mengatasi perkembangan konsep ramah lingkungan terhadap sebuah usaha pakaian jadi? Hal yang seperti ini pasti tidak akan diajarkan secara detail dalam pendidikan formal.

Apa solusinya?

Membuka textbook belum tentu akan menemukan jawabannya karena konsep ramah lingkungan belum begitu berkembang, apalagi di Indonesia. Alhasil, tulisan-tulisan seperti itu belum banyak tersedia.

Cara satu-satunya adalah dengan mempelajari faktor perkembangan masyarakat sendiri. Perubahan minat dalam masyarakat tentu butuh cara penanganan yang berbeda, misalkan dalam hal branding usaha.

Belum lagi perubahan peraturan yang tentu tidak bisa diduga oleh para dosen, tetapi hampir pasti akan selalu dihadapi oleh seorang wirausaha, pebisnis.

Semua itu akan memerlukan penyesuain langkah dan strategi sebuah usaha. Tanpa itu, hampir bisa dipastikan sebuah bisnis akan berakhir.

Dan, untuk melakukan penyesuain, dibutuhkan yang namanya pengetahuan.

Sayangnya, pengetahuan bukanlah hal yang bisa didapat “gratis”. Ia butuh dibayar dalam bentuk pengorbanan waktu, uang, dan pemikiran.

Caranya, ya dengan belajar. Baik secara formal atau non formal.

Karena perubahan itu akan terjadi terus menerus, ya mau tidak mau setiap pebisnis harus mau terus belajar, belajar, dan belajar.

Hal itu akan terus terjadi setiap saat.

Gelar tidak akan berarti apa-apa dalam hal ini. Untuk meningkatkan status dalam masyarakat mungkin, tetapi tidak akan memastikan sebuah bisnis butuh sukses.

Kecuali, orangnya mau terus belajar, belajar, belajar, dan belajar.

Dunia bisnis memang “membutuhkan” dan hanya akan “menerima” orang-orang yang mau belajar tanpa henti.

4 Alasan Bisnis Yang Dimulai Dari Hobi Menguntungkan

Alasan Bisnis Yang Dimulai Dari Hobi Menguntungkan

Alasan Bisnis Yang Dimulai Dari Hobi Menguntungkan

Hobi adalah sebuah kata yang selalu dihubungkan dengan cara manusia mengisi waktu luang di tengah kesibukan mereka. Bagaimanapun manusia butuh waktu untuk mengistirahatkan diri dengan cara melakukan hal-hal yang mereka sukai dan tanpa tekanan.

Bentuk hobi bisa bermacam-macam.  Ada yang menyukai memancing, membaca, atau bahkan mengutak-atik kendaraan bermotor.

Semua dasarnya adalah mencari kesenangan. Dan, jarang yang berpikir untuk melakukan hobi untuk mendapatkan penghasilan.

Padahal, banyak hobi yang sebenarnya dengan sedikit persiapan bisa dijadikan lahan menjadi sumber pendapatan. Bahkan, sebenarnya ada banyak alasan bisnis yang dimulai dari hobi bisa menjadi sangat menguntungkan dan sangat layak untuk diperhitungkan bagi siapapun yang hendak terjun ke dunia usaha.

Mau tahu alasannya ?

1) Passion

Seorang melakukan hobi karena ia menyukai apa yang dikerjakannya. Tidak jarang demi hobi, seseorang mau melakukan apa saja dan bekerja keras untuk itu.

Tanyakan kepada seorang pendaki gunung, yang sangat menyukai kegiatannya, apa yang didapatnya dengan bersusah payah mendaki gunung yang tinggi. Jawabnya, karena ia menyukai dan merasa bergairah untuk itu (passion).

Dengan passion itu, ia tidak peduli seberapapun berat tantangan dan hambatan yang dihadapinya, ia akan terus berusaha untuk mencapai tujuannya, yaitu puncak gunung.

Bisa bayangkan jika hal itu bisa diterapkan saat mengelola usaha ?

Kerja keras, pantang menyerah, dan menyukai apa yang dikerjakannya akan sangat membantu dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi dalam bisnis yang ditekuninya. Ia bisa melakukannya sambil tetap tidak merasa terbebani karena pada dasarnya hal itu memang hobinya dan dia menikmati semua yang terjadi.

2) Pengetahuan

Sudah merupakan sebuah hal yang umum, jika seorang penghobi apapun, akan terus berusaha mencari tahu tentang hobi yang digelutinya.

Seorang penggemar ikan hias akan membaca berbagai literatur terkait ikan yang dipeliharanya. Ia juga akan memiliki pengetahuan dimana harus membeli perlengkapan akuarium serta aksesori lainnya. Mau tidak mau ia juga akan memiliki pengetahuan tentang cara memelihara ikan hias yang baik.

Pengetahuan, sesuatu yang banyak orang rela membayar mahal untuk mendapatkannya. Terutama, jika ia memang berniat terjun ke bisnis.

Seorang penghobi ikan hias, yang kemudian memutuskan menjadikan hobinya sebagai bisnis, tidak perlu harus belajar banyak lagi. Pelajaran dan pengetahuan dasarnya sudah didapatnya dalam berbagai bentuk selama ia menekuni hobinya.

3) Pasar

Bisnis selalu membutuhkan pasar untuk menjual produknya. Dan, bagi seorang penghobi, rasanya tidak akan sulit menemukan pasar.

Mau tidak mau, seorang penghobi akan tahu dimana harus mencari barang dan biasanya dimana orang akan membeli barang tersebut.

Seorang yang hobi sepeda motor jelas tahu dimana harus membeli onderdil dan berbagai aksesori lainnya. Disana ia akan berinteraksi dengan sesama orang yang memiliki hobi yang sama.

Belum lagi kalau ia bergabung dalam sebuah komunitas berbasiskan hobi yang sama. Ia berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kebutuhan yang sama dengan dirinya.

Bukanlah sebuah hal yang sulit mencari pasar bagi seorang pebisnis yang memulainya dari hobi.

4) Cara berkomunikasi

Seorang pecinta burung akan bisa berbicara panjang lebar dengan sesama pecinta burung.

Jika kemudian ia mendirikan sebuah toko penjual burung dan makanan burung, ia akan bisa dengan mudah menjelaskan makanan mana yang cocok untuk burung A . Apa yang tidak baik bagi burung B? Bagaimana merawat burung C, dan seterusnya.

Pembeli dan penjual berbicara dalam “satu bahasa” yang sama akan mempermudah proses negosiasi dalam bisnis apapun. Penjual akan memiliki keunggulan karena ia menguasai cara berbicara yang menarik hati, karena ia memiliki hobi yang sama.

Belum lagi kedekatan karena sama-sama merasa berminat pada hal yang sama.

Memang, masih tetap butuh tambahan pengetahuan lain, seperti manajemen, pengaturan keuangan, dan tentu saja butuh modal. Tetapi, banyak hal yang sudah dimiliki oleh seorang penghobi kalau ia kemudian terjun dalam bisnis dengan mendirikan usaha yang berkaitan dengan hobinya.

Jangan bisnis yang berbeda dari hobinya, karena keuntungan yang sudah ada bisa tidak berlaku.

Beberapa contoh bisnis yang dimulai dari hobi bisa seperti di bawah ini :

  • Seorang penghobi mancing mendirikan toko alat-alat pancing
  • Seorang penghobi burung hias membangun usaha peternakan burung atau jual beli burung
  • Seorang yang gemar memasak, mendirikan sebuah rumah makan
  • Seorang yang menyukai tanaman hias mendirikan usaha pembibitan tanaman hias atau jual beli tanaman hias
  • dan masih banyak lagi contoh lainnya karena hobi itu banyak sekali jenisnya

Saya sendiri sedang menjalankan bisnis yang dimulai dari hobi. Hobi saya adalah membaca dan menulis. Bisnis kecil-kecilan yang sedang saya jalankan adalah dengan menjadi blogger dimana saya mendapatkan penghasilan tambahan dari pemasangan iklan di blog saya dan juga content placement.

Tidak besar, dan masih kecil-kecilan saja saat ini, tetapi setidaknya saya sudah menghasilkan materi dari hobi ini. Lumayan juga untuk menambah uang jajan dan bisa dipergunakan untuk mentraktir anak istri.

Selain tentunya, kesenangan dan kegembiraan yang didapat dari menulis setiap artikel di berbagai blog yang saya kelola, termasuk blog ini.

Mau mencoba?

 

 

Bisnis Butuh Konsistensi, Bersiaplah Untuk Bekerja Keras

Bisnis Butuh Konsistensi Bersiaplah Kerja Keras

Salah satu definisi dari kata “bisnis” adalah sebuah usaha yang “berulang” untuk menghasilkan keuntungan bagi yang melakukannya.

Berulang.

Dengan kata lain akan ada sesuatu hal yang harus dilakukan bukan hanya satu kali saja, tetapi bisa puluhan, ratusan, atau bahkan jutaan kali selama bisnis tersebut masih berjalan.

Bayangkan saja seorang penjual pisang goreng. Ia hanya akan mendapatkan keuntungan, katakanlah 200-300 rupiah per-pisang goreng yang dijualnya. Tentu, jumlah sekian tidak akan cukup untuk membeli apapun. Bahkan, untuk membeli permen saja di masa kini tentunya tidak mungkin.

Oleh karena itu bila ia ingin mendapatkan lebih, ia harus melakukan hal yang sama, yaitu menggoreng pisang berulangkali, menjualnya entah berapa ribu kali agar ia bisa menghasilkan jumlah yang diiinginkannya.

Dan, hal itu tidak akan terjadi jika sang penjual pisang goreng tidak memiliki konsistensi. Jika ia berhenti pada saat hanya menjual 100 pisang goreng saja, maka ia hanya akan mendapatkan sedikit, yaitu 100 x 300 rupiah atau sebesar 30.000 rupiah saja. Jika ia ingin lebih banyak maka perulangan itu harus dilakukannya lebih sering.

Ia harus menggoreng pisang lagi dan lagi.

Ia harus menjual pisang yang digorengnya, lagi dan lagi.

Dan, semua bisnis akan melalui proses perulangan yang sama berulangkali. Bisnis jenis apapun akan mengalami proses perulangan ini.

Oleh karena itu, premise sederhananya adalah bisnis membutuhkan konsistensi. Kemauan dan keteguhan untuk melakukan hal yang sama, membosankan, melelahkan, dan memeras pikiran berulangkali selama bisnis itu ada.

Tanpa itu maka semua bisnis akan terhenti dan tidak berjalan lagi.

Dan, kalau berhenti, maka aliran uang dan keuntungan pun akan terhenti pula.

Untuk itulah, salah satu hal pertama yang harus diingat oleh siapapun yang hendak bergelut di dalam dunia bisnis adalah mereka harus mau konsisten, berjuang, memeras keringat. Intinya semua bisnisman, pengusaha, wiraswasta, wirausaha, atau apapun istilahnya harus mau bekerja keras secara konsisten.

Jika, memang mereka mau untuk meraih apa yang mereka cita-citakan dan impikan, yaitu keuntungan dan uang yang berlimpah.

Jangan pernah bayangkan bahwa uang akan datang dengan sendirinya karena hal itu tidak akan pernah terjadi di dalam bisnis jenis apapun.