Mengabaikan Penggunaan Media Sosial Bisa Berakibat Buruk Untuk Bisnis

Mengabaikan Penggunaan Media Sosial Bisa Berakibat Jelek Untuk Bisnis

Media sosial itu sering menyebalkan. Hoaks, kejahatan, berita bohong, orang-orang narsis yang hanya peduli pada diri sendiri, dan banyak lagi hal tidak menyenangkan yang ada di Instagram, Facebook, Twitter, dan berbagai media sosial lainnya.

Hanya, bila Anda seorang wirausaha atau pebisnis, jangan tutup akun Anda di media sosial. Jangan juga uninstall aplikasi medsos yang ada di ponsel pintar Anda.

Stop.

Jangan lakukan itu.

Kalau Anda lakukan itu bisa berakibat buruk terhadap bisnis yang sedang Anda bangun atau sudah dibangun karena

  1. Pasar Anda bisa menyempit atau mengecil
  2. Saluran komunikasi dengan pelanggan bisa terputus
  3. Pencitraan atau branding brand Anda bisa terhenti seketika

Padahal, semua itu merupakan kunci dari sebuah bisnis yang sukses.

Bagaimana tidak, dengan milyaran orang di dunia menggunakan media sosial, mengabaikan media sosial dalam kehidupan bisnis Anda sama saja memutuskan hubungan dengan pasar dan pelanggan.

Suka atau tidak suka, manusia di zaman sekarang sudah tidak bisa lepas dari yang namanya medsos.

Otomatis, tanpa medsos, sebuah bisnis bagai terisolasi dalam lingkup yang sangat sempit. Dunianya sendiri.

Bisnis itu akan sulit memperkenalkan produk baru. Tidak akan bisa menanamkan citra kepada khalayak. Sulit membuat pembeli atau calon pembeli tertarik terhadap sebuah produk jasa atau barang.

Jadi, mau tidak mau, jika memang ingin berkembang penggunaan medsos sangat dibutuhkan bagi kemajuan sebuah usaha.

Memang, bagi yang tidak menyukainya hal itu bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam hati. Hanya saja, kemajuan sebuah usaha memang membutuhkan “pengorbanan”.

Bukan hanya waktu, tenaga, dan pikiran saja, tetapi juga ego dalam diri kita sendiri harus juga mau dikorbankan.

Dalam hal penggunaan media sosial, pengorbanan itu harus dilakukan demi tujuan akhir, yaitu sebuah usaha yang maju dan sukses.

Dan, pada akhirnya bisa menghasilkan uang.

Cara Memilih Bisnis Yang Cocok Ternyata Tidak Mudah Loh !

Cara Memilih Bisnis Yang Cocok Ternyata Tidak Mudah Loh !

Kata siapa memilih bisnis yang cocok untuk kita mudah? Kalau ada yang berkata begitu, mungkin karena ia sudah menemukan jalannya, tetapi pada kenyataannya memang tidak gampang mencari jenis usaha yang cocok dengan diri kita.

Butuh waktu untuk merenungkan dan mempertimbangkan beberapa hal, sebelum pada akhirnya kita bisa menemukan bisnis yang rasanya mungkin bisa dijalankan.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menekuni sebuah bisnis, yaitu :

1. Passion

Passion atau gairah sangat perlu dipertimbangkan saat memilih jenis bisnis. Bukan apa-apa melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tidak sukai, bisa menjadi batu hambatan saat menjalaninya.

Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang kegemarannya memasak atau menjahit baju, tidak sebaiknya memilih bisnis bengkel.

Sudah pasti sejak awal ada hambatan di dalam diri sendiri, bahkan untuk sekedar belajar tentang ilmu perbengkelan.

Akan sangat menyenangkan jika bisa melakukan bisnis pada bidang yang disukai. Dorongan untuk terus belajar dan berkembang bisa lebih banyak karena kita menyukai bidang tersebut.

2. Pengetahuan

Nah, bayangkan kalau hendak berbisnis spare part mobil, tetapi bahkan tidak tahu cara membuka kap mobil. Pastinya akan rumit sekali.

Pengetahuan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan saat memilih bisnis untuk dijalankan. Akan lebih baik kalau bisnis dibangun berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Bukan berarti seorang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang A tidak boleh menjalankan bisnis di bidang itu, tetapi tentunya akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup.

Kalau pengetahuan itu sudah ada, maka tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk belajar dari awal.

3. Pangsa Pasar

Passion sudah pas. Pengetahuan sudah ada. Bisa langsung jalan? Belum tentu. Pertimbangkan dulu pangsa pasar untuk bisnis kita, yaitu mereka-mereka yang mau membeli produk atau jasa.

Biar yang dua itu sudah cocok, tetapi kalau tidak ada yang mau membeli, ya jangan dijalankan.

Bayangkan saja, Anda penyuka ikan hias air asin, kemudian berniat membangun toko ikan hias jenis itu di sebuah kawasan yang berada di tengah perkampungan yang jauh dari laut.

Belum tentu mereka akan tertarik membeli ikan hias air asin. Lebih baik kalau yang dijual ikan hias air tawar.

4. Modal

Dana yang tersedia 10 juta, tetapi kebutuhan modal untuk menjalankan usaha bengkel A 100 juta, tidak termasuk biaya operasional.

Bisakah bisnis tersebut disebut cocok? Jawabnya tidak. Masalahnya berarti untuk menjalankannya harus memakai uang pinjaman yang 90% besarnya. Pemasukan dari operasional bengkel akan habis hanya untuk membayar bunga saja.

Kecuali, Anda mendapatkan pinjaman super lunak (entah dari siapa).

Sebaiknya persentase antara modal sendiri dan pinjaman tidak melebihi angka 50%-50%. Posisinya akan lebih mudah dijalankan. Lebih baik lagi kalau 100% modal sendiri karena berarti tidak menanggung bunga dan resiko lebih bisa diatur.

5. Persetujuan Keluarga

Jika keluarga mendukung, biasanya sebuah bisnis akan bisa berjalan dengan lancar, sebaliknya kalau tidak, maka hal itu bisa menjadi bom waktu di kemudian hari.

Contohnya, usaha bengkel di rumah, tetapi keluarga menolak. Mereka manyun kepada pengguna jasa yang datang. Kira-kira, akankah pengguna jasa itu akan kembali lagi? Padahal usaha jasa butuh keramahtamahan.

Sebaiknya, sebelum memilih bisnis, usahakan berdiskusi dengan keluarga agar bisa mendapatkan pendapat atau masukan, dan tentunya persetujuan.

Memang Bob Sadino, sang pengusaha eksentrik pernah mengatakan “Jangan terlalu banyak berpikir, jalankan saja”, tetapi jika memang sejak awal sebuah bisnis dirasa tidak cocok dengan diri kita, haruskah tetap dijalankan?

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh masing-masing dan tidak akan sama tiap orang, tetapi tanpa memperhitungkan cocok tidaknya sebuah bisnis dengan diri kita, hampir pasti hambatan yang timbul ke depannya akan sangat besar. Potensi untuk gagalnya pun lebih besar dibandingkan kalau kita merasakan adanya kecocokan dengan diri kita.

Mengapa Memberi Hutang Membahayakan Bisnis Bermodal Kecil ?

Mengapa Memberi Hutang Membahayakan Bisnis Bermodal Kecil

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan bisnis bermodal kecil dan kerap membuatnya gagal adalah karena memberi hutang kepada pembeli atau pengguna jasanya. Ya, ini adalah masalah yang sering dialami oleh usaha rumahan atau usaha lainnya yang hanya mengandalkan modal pas-pasan.

Alasan memberi hutang biasanya karena pembelinya sudah dikenal, seperti tetangga atau saudara, atau teman. Rasa tidak enak kerap menjadi penyebabnya.

Masalahnya adalah pada akhirnya hal itu merugikan pengelola usaha bermodal kecil seperti itu.

Alasan utamanya adalah karena dengan memberikan hutang, maka perputaran uang yang menjadi sangat lamban. Hal itu pada akhirnya akan menempatkan usaha yang dijalankan dalam kesulitan karena

  • sulit membeli bahan baku untuk produksi
  • sulit membayar tagihan yang jatuh tempo
  • tidak memiliki cadangan dana untuk sesuatu yang tidak terduga
  • tidak memiliki dana untuk mengembangkan usaha

Cash flow atau perputaran uang yang terhambat juga berarti usaha untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan pun mengecil. Bahkan, bukan tidak mungkin untuk tetap bisa mempertahankan omset, sebuah bisnis bermodal kecil yang memberikan hutan sering harus disuntik dana segar baru biasanya dari anggaran rumah tangga si pemilik.

Hal ini juga akhirnya menyebabkan manajemen keuangan pun menjadi rancu karena uang untuk usaha tercampur dengan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Oleh karena itu semua, memberi hutang membahayakan bisnis bermodal kecil.

Pembayaran secara cash adalah yang terbaik karena dengan begitu akan memastikan arus keluar masuk uang lancar seperti yang direncanakan.

Untuk mengatasinya, sebenarnya para pemilik usaha kecil seperti ini harus bisa menjelaskan kepada pembeli bahwa mereka tidak bisa memberikan hutang. Bukan karena kejam dan tidak mengerti, tetapi karena kalau hal itu dilakukan akan menghadirkan banyak kesusahan bagi dirinya.

Sebuah hal yang tidak mudah dikerjakan, tetapi harus dilakukan kalau memang mau usaha yang dijalankannya tetap bertahan hidup dan berkembang.

Cara Mendapatkan Uang Dari Internet

Cara Mendapatkan Uang Dari Internet

Kalimat “Cara Mendapatkan Uang Dari Internet” adalah satu kalimat sakti yang banyak dimasukkan orang ke kolom pencarian Google. Hal itu menunjukkan bahwa tidak terhitung banyaknya orang yang melihat dunia maya sebagai sebuah tempat yang sangat potensial untuk bisa menghasilkan uang.

Dan, memang begitulah adanya.

Kenyataannya dengan pertumbuhan internet yang begitu pesat dan semakin hari semakin merasuk dalam kehidupan masyarakat di zaman sekarang, memang menghadirkan pula berbagai kesempatan untuk menjadikannya sebagai mesin penghasil uang.

Tentunya, tidak bagi semua orang, tetapi bagi mereka yang kreatif, jeli melihat peluang, dan mau bekerja keras. Tanpa kesemua hal itu meskipun internet tersedia, tetap saja tidak akan bisa diubah menjadi gepokan uang.

Pencarian cara menghasilkan uang dari internet sendiri menunjukkan bahwa masih banyak yang belum menemukan “peluang” itu atau bisa juga mereka masih merasa ragu.

Sebenarnya orang yang mereka harus tanyakan adalah diri sendiri. Internet hanyalah sebuah alat saja untuk mengembangkan minat dan bakat yang ada dalam diri sendiri. Seperti misalkan, seorang yang memiliki kemampuan untuk membuat kerajinan tangan, ia bisa memanfaatkan internet sebagai media untuk promosi atau menjual barangnya. Inti dasarnya adalah tetap pada diri sendiri.

Meskipun demikian, di bawah ini ada beberapa beberapa cara menghasilkan uang dari internet yang sudah banyak dilakukan orang.

1) Menjadi Penulis Artikel/Copy Writing/Content Writing

Banyak sekali orang yang mempunyai website sendiri, tetapi tidak punya cukup waktu untuk membuat tulisan atau artikel. Padahal, website mereka sulit berkembang tanpa adanya konten-konten baru.

Nah, kalau Anda memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk membuat tulisan, Anda bisa menyediakan jasa penulisan artikel. Dan, tentunya dengan tarif tertentu.

Itu adalah cara menghasilkan uang dari internet yang paling sederhana karena hanya bermodalkan internet dan skill menulis saja.

2) Dropshiper

Cara menghasilkan uang dari internet yang kedua, dan masih tetap tidak membutuhkan modal terlalu banyak adalah dengan menjadi dropshiper.

Intinya Anda hanya menjadi penghubung antara “pemilik produk” dengan “pembeli”.  Untuk itu Anda perlu memiliki website, baik berupa blog atau toko online.

Untuk itu Anda harus mampu bernegosiasi agar bisa mendapatkan harga yang murah dari pemilik barang dan menjual dengan harga yang tinggi kepada pembeli. Selisih antara harga beli dan jual itulah yang menjadi profit Anda.

Setelah negosiasi selesai dan harga disetujui dengan pembeli, serta tentunya pembayaran diterima, barulah kemudian Anda membayar kepada pemilik barang dan memintanya mengirimkan kepada pembeli.

Bisa dikata Anda tidak menyentuh barang yang ditransaksikan.

3. Periklanan

Cara mencari uang dari internet yang ini memerlukan usaha lebih banyak dan kesabaran karena berarti Anda harus membangun sebuah website atau blog dan kemudian mendatangkan sebanyak mungkin pengunjung.

Setelah itu Anda bisa menjual “space” di website Anda bagi perusahaan yang berminat untuk mengiklankan produknya disana.

Bisa juga memanfaatkan jasa periklanan seperti Google Adsense untuk mendapatkan iklan, seperti yang saya lakukan dengan berbagai website yang saya miliki.

Ada banyak jenisnya, mulai dari CPC-Cost per Klik, yang berarti dibayar kalau ada pengunjung yang mengklik iklan atau CPM (Cost per Mile) atau dibayar per 1000 kali tayangan iklan, bisa juga affiliate yang berarti mendapatkan komisi kalau ada pembelian yang dilakukan lewat blog atau website Anda.

Masih banyak lagi kesempatan di bidang periklanan.

4) Membuat Marketplace

Pada dasarnya marketplace adalah pasar juga, dimana pembeli dan penjual bertemu. Tidak beda konsepnya dengan konsep pasar di dunia nyata. Bedanya hanyalah pertemuan itu terjadi di dunia maya.

Uang dari menyediakan marketplace, atau pasar dunia maya ini bisa berasal dari keanggotaan atau komisi dari penjualan yang terjadi. Yang manapun bisa dilakukan terserah apa yang Anda mau.

5) Menjual Jasa

Anda memiliki keahlian tertentu, seperti misalkan bahasa asing, mengapa tidak membuka kelas di dunia maya? Sudah banyak sekali orang yang menyediakan kursus bahasa asing via internet.

Caranya, dengan memanfaatkan website untuk meletakkan materi pelajaran yang hanya bisa diakses kalau seseorang sudah menjadi anggota, dan tentunya untuk menjadi member ia harus membayar sejumlah uang.

Kursus bisa dilakukan juga secara tatap muka dengan menggunakan video call yang banyak disediakan, seperti lewat Skype atau Hangout.

Banyak jasa yang sekarang ini sudah dipasarkan secara online, bahkan bukankah sudah ada jasa pijat lewat aplikasi smartphone kan?

Masih ada banyak lagi cara menghasilkan uang via internet dan bisa dikata hampir tidak ada batasnya. Yang menjadi batas hanyalah kreatifitas manusianya saja. Yang kreatif akan selalu bisa menemukan cara memanfaatkan internet untuk memproduksi uang bagi dirinya.

Mungkin, jika Anda ingin melihat lebih banyak peluang di bidang internet, silakan lihat di Usaha Rumahan dan 70++ Ide Peluang Usaha Rumahan.

Selamat menemukan cara menghasilkan uang dari internet yang sesuai dan cocok dengan diri Anda!

Menyediakan Jasa Antar Memberikan Warung Keuntungan

Menyediakan Jasa Antar Memberikan Warung KeuntunganTerdengar mengada-ada, tetapi sebenarnya tidak. Jika sebuah warung, jenis apapun, baik itu warung sembako, kelontong, atau warung tegal sekalipun, menyediakan jasa antar akan memberikan warung itu keuntungan.

Coba saja perhatikan persaingan di “dunia perwarungan” Indonesia. Dengan tanpa adanya penerapan aturan yang tegas untuk menjadikan rumah sebagai tempat usaha, nge-warung adalah salah satu peluang usaha rumahan yang paling mudah dilakukan.

Itulah mengapa banyak sekali warung berdiri. Tidak jarang jarak antara satu warung dengan warung lainnya begitu dekat, dan tidak jarang berhimpitan. Dalam satu kampung atau perumahan saja, bisa dihitung berapa banyak usaha warung yang hadir.

Padahal, biasanya sebuah warung akan mengandalkan pada pembeli “lokal” alias masyarakat yang tinggal di sekitarnya saja. Jumlahnya terbatas dan tidak berkembang dengan cepat.

Hadirnya sebuah warung di sebuah daerah, akan menggerus pembeli bagi warung yang sudah ada. Bukan memaksimalkan pasar pembeli baru.

Persaingan “tingkat tinggi” karena jumlah penjual bertambah, sementara pembeli tidak. Saling sikut akan terjadi antara satu dengan yang lain. Mirip dengan perang saja, dimana yang terkuatlah yang dapat bertahan.

Dan, untuk dapat bertahan di tengah persaingan yang begitu ketat, para pengusaha warung harus menemukan cara agar tetap berada “di depan” daripada pesaingnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyediakan jasa antar kepada para pembelinya.

Mengapa menyediakan jasa antar memberikan keuntungan bagi sebuah warung?

Kok bisa? Bukankah malah berarti membuang uang dan waktu untuk sesuatu yang tidak ada pemasukannya?

Terlihat seperti itu, tetapi sebenarnya tidak.

Ada beberapa keuntungan di saat sebuah warung menyediakan jasa antar kepada para pembelinya.

1. Meluaskan Pasar Pembeli

Usaha warung bersifat lokal. Pembeli akan selalu memilih warung yang terdekat dengan rumahnya karena tentunya mereka juga tidak ingin mengeluarkan waktu dan tenaga hanya untuk membeli sesuatu yang di warung manapun ada.

Jadi, jarang sekali seseorang membeli sesuatu terlalu jauh dari rumahnya, kecuali barang itu tidak ada di penjual terdekat.

Dengan menyediakan jasa antar, sebuah warung bisa menembus batasan wilayah itu. Ia bisa merangkul pembeli yang berada lumayan jauh dari tempatnya berada. Pasarnya menjadi lebih luas dibandingkan kalau hanya mengandalkan orang yang datang saja.

Pada akhirnya, jumlah pembeli akan bertambah dan omset pun akan turut membesar. Omset membesar keuntungan membesar pula. Bukankah demikian?

2. Memberikan Kesan Baik Pada Pembeli

Siapa sih yang tidak suka dimanja? Pembeli pun demikian. Mereka akan selalu teringat pada orang-orang yang “memanjakan” mereka.

Dengan menyediakan jasa antar, sebuah warung akan memberikan kesan baik yang akan selalu diingat oleh orang yang pernah merasakan layanan itu.

Mereka akan menjadikan sebuah warung prioritas untuk dibeli kalau membutuhkan sesuatu karena juga mendapatkan keuntungan darinya, yaitu tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk jalan atau bensin untuk kendaraan. Cukup angkat telpon atau kirim SMS dan WA saja, dan barang akan datang.

3. Jasa Antar Memberikan Pemasukan Juga

Banyak yang berpikir bahwa menyediakan jasa antar hanyalah pemborosan modal saja tanpa adanya pemasukan.

Pandangan yang sebenarnya salah besar.

Coba perhatikan saja struk pembelian di beberapa restoran siap saji, seperti Pizza Hut atau McDonald. Anda pasti menemukan adanya biaya untuk itu.

Tidak besar hanya beberapa ribu rupiah saja.

Hal yang sama bisa diterapkan pada jasa antar yang disediakan sebuah warung. Ongkosnya bisa Rp. 1000 atau Rp. 2000 per sekali antar.

Tentunya, ini adalah pemasukan juga. Bukan keuntungan tetapi bisa membiayai operasional kendaraan dan membayar upah pengantarnya sendiri.

Kalau dihitung-hitung, maka besaran pemasukan dari ongkos antar ini sendiri perlahan tapi pasti akan menggantikan modal yang keluar untuk menyediakannya.

Betul kan?

Nah, jadi sebenarnya kalau dihitung untung-rugi, pada akhirnya sebuah warung akan mendapat keuntungan besar daripada modal yang dikeluarkan. Omset yang membesar, nama yang baik di mata pelanggan, dan tetap memberi pemasukan.

Hal itu sudah terbukti di banyak warung, terutama yang berada di kawasan perumahan saya, di Bukit Cimanggu City, Kota Bogor. Warung yang berkembang dengan pesat adalah mereka yang menyediakan jasa antar bagi pembelinya.

Omset mereka membesar dengan cepat dan melebihi warung yang mengandalkan pada pembeli untuk datang.

Tidak heran hal ini terjadi karena dewasa ini memang kecenderungan masyarakan Indonesia menjadi semakin “malas” dan penyediaan jasa antar semacam ini sangat cocok dengan hal itu.

Jadi, kalau Anda seorang wirausaha warung, jenis apapun, pertimbangkan untuk membeli sbeuah sepeda motor dan memodifikasinya sedikit agar bisa mengangkut barang. Kemudian promosikan kepada pembeli bahwa Anda akan melayani pembelian lewat telpon atau sms atau pesan WA.

Hal itu berarti warung Anda sudah berada satu langkah di depan dibandingkan para pesaing dan bisa menjadi kunci dari perkembangannya di masa mendatang.